Nyanyikan aku senandung pilu, untuk meredam kebahagiaan. Sebab bukan lagi saatnya, untuk mengenang dan menyalahkan keadaan. Aku ingin terbang, menyertaimu menata bintang. Dan pelabuhan semakin dekat, petang hampir terbenam. Akankah kau mengajakku?
Jelajahilah segala ruang dalam ruas jemariku. Dimana hampa dan ketenangan menanti damai akan kehadiranmu. sejengkal demi sejengkal engkau menapak, tiba ketika gerbang jiwaku menemukan penawarnya.
Genggam tanganku, bawa aku pergi. Batin ini telah rela dan kupasrahkan segalanya. Segala yang hanyut dan menempias di barisan takdir nyata, dimana Tuhan menyaksikan tawa. . Dan kita ada untuk semesta. .
Meski engkau tahu,Tiada yang dapat engkau ambil dariku. .
Hanya ini. .Satu-satunya cinta yang tersisa. .Cinta yang demikian sederhana. .Tapi hanya untukmu selamanya. . .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar