Apabila terjadi defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), apa cara terbaik yang dilakukan untuk menutupi kekurangannya ?



Nama     : Nur Putri Utami
Kelas     : 4EB25
NPM     : 2A213156


Defisit merupakan suatu kondisi dimana anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) mengalami selisih antara jumlah pendapatan (penerimaan Negara) dan anggaran belanja pembangunan yang cenderung negatif, artinya bahwa pengeluaran Negara lebih besar dari penerimaannya. Hal demikian disebabkan karena tabungan pemerintah tidak mampu memenuhi jumlah anggaran belanja pembangunan.
Terjadinya defisit anggaran dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya terjadi karena anggarannya memang kurang, dan adakalanya pula cara atau metode pembiayaan yang mengakibatkan defisit. Untuk mengetahui suatu anggaran Negara diklasifikasikan mengalami defisit dapat dibaca dari kemampuan tabungan pemerintah. Tabungan pemerintah diperoleh dari penerimaan Negara yang diperoleh secara rutin oleh pemerintah atau yang berasal dari nilai investasi. Kemampuan pemungutan pajak merupakan refleksi kemampuan menabung pemerintah dalam menutup pengeluaran pembangunan. Untuk mempercepat pembangunan diperlukan investasi yang besar dan dana yang besar pula. Apabila dana dalam negeri tidak mencukupi, biasanya negara melakukan pilihan dengan meminjam ke luar negeri untuk menghindari pembebanan warga negara apabila kekurangan itu ditutup melalui penarikan pajak. Negara memang dibebani tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan warga negaranya.
Dalam rangka menutup defisit anggaran, dapat dilakukan dengan langkah-langkah kebijakan guna memperoleh sumber pembiayaan dengan biaya rendah dan tingkat resiko yang dapat ditolerir, antara lain :
1.      Kebijakan dalam pembiayaan dalam negeri
2.      Kebijakan dalam pembiayaan luar negeri
3.      Kebijakan dari sisi pengeluaran :
·         mengurangi subsidi, yaitu bantuan yang diambil dari anggaran Negara untuk pengeluaran yang sifatnya membantu konsumen untuk mengatasi tingginya harga yang tidak terjangkau oleh mereka agar tercipta kestabilan politik dan sosial lainnya, misalnya subsidi pupuk, subsidi bahan bakar minyak (BBM), subsidi listrik dan lain sebagainya. pada prinsipnya Negara memberikan subsidi terhadap suatu barang, karena barang itu dianggap harganya terlalu tinggi disbanding dengan kemampuan daya beli masyarakat.agar tidak terjadi gejolak di masyarakat, maka Negara mengeluarkan dana untuk mensubsidi barang tersebut.
·         penghematan pada setiap pengeluaran baik pengeluaran rutin maupun pembangunan, yaitu penghematan yang dilakukan oleh departemen teknis, misalnya untuk pengeluaran listrik, telepon, alat tulis, perjalanan dinas, rapat-rapat, seminar dan sebagainya tanpa mengurangi kinerja dari departemen teknis yang bersangkutan.
·         menseleksi sebagian pengeluaran-pengeluaran pembangunan, yaitu berupa proyek-proyek pembangunan diseleksi menurut prioritasnya, misalnya proyek-proyek yang cepat menghasilkan. Proyek-proyek yang menyerap biaya besar dan penyelesaiannya dalam jangka waktu yang lama, sementara ditunda pelaksanaannya.
·         mengurangi pengeluaran program-program yang tidak produktif dan tidak efisien, yaitu program-program yang tidak mendukung pertumbuhan sector riil, tidak mendukung kenaikan penerimaan pajak, dan tidak mendukung kenaikan penerimaan devisa. Pemotongan program-program ini harus hati-hati. Pemotongan pengeluaran tanpa memperbaiki produktivitas program, berarti aka nada kecenderungan akan menurunnya kualitas dan kuantitas outputnya.
Menurut pendapat saya apabila terjadi defisit anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN), yang bisa kita lakukan saat ini adalah meningkatkan pendapatan Negara dan optimalisasi atau ketepatan pembelanjaan negara, termasuk pembelanjaan di daerah-daerah. Untuk mengatasi defisit anggaran tersebut, kita harus mengambil kebijakan yang tepat, langkah yang jelas dan terarah serta kondisi yang dialami oleh masyarakat luas. Ada dua hal penting yang harus dilakukan dalam mengatasi defisit anggaran, yaitu pertama, mencegah naiknya defisit anggaran dengan cara meningkatkan pendapatan Negara dan melakukan optimalisasi termasuk penghematan anggaran belanja Negara. Kedua, mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik melalui gerakan penghematan secara nasional. Seluruh masyarakat Indonesia sebaiknya melakukan Gerakan Nasional Penghematan Energi, hal ini untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak dunia, juga untuk menekan defisit anggaran Negara. Tidak cukup banyak opsi atau pilihan yang kita dapat pilih dalam upaya mencegah naiknya subsidi dan upaya untuk meningkatkan pendapatan Negara. Salah satu langkah untuk meningkatkan pendapatan Negara adalah dapat dilakukan melalui pajak maupun bukan pajak. Untuk itu, wajib pajak harus memenuhi kewajibannya tersebut. Jumlah wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya, serta cakupan dan kepatuhan membayar pajak harus ditingkatkan, tanpa harus menaikkan tarif pajak. Dapat juga meningkatkan pendapatan Negara bukan pajak, misalnya melalui sektor usaha pertambangan, minyak dan gas bumi. 
Pemecahan defisit anggaran negara, yaitu  dengan menambah penerimaan atau mengurangi pengeluaran. Sulitnya penambahan penerimaan (pajak) mana yang dinaikkan, atau wilayah pengeluaran mana yang diturunkan, karena semua itu mempunyai dampak pada politik. Pengurangan subsidi pada BBM, dampak yang akan timbul dalam pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) itu, yaitu harga bahan bakar minyak (BBM) akan meningkat, biaya transportasi akan meningkat, biaya produksi akan meningkat, dan seterusnya.



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Merpati Malam..