Kamis, 23 Oktober 2014 11:43 WIB
TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Bukit savana di kawasan pegunungan Bromo Tengger Semeru atau yang lebih dikenal dengan bukit teletubbies kembali terbakar.
Kepala Balai Besar TNBTS Ayu Dewi Utari, mengatakan kebakaran yang terjadi di sebelah timur Gunung Bromo itu terjadi sejak Senin (20/10) lalu dan diperkirakan kebakaran sudah mencapai sekitar 500 ha.
"Ya, memang telah terjadi kebakaran di savana TNTS, tepatnya di kawasan Gunung Kunci, Gunung Watangan dan Gunung widodaren sejak Senin siang. Kebakaran diperkirakan sudah mencapai 500 hektar," terang Ayu, saat dihubungi Kamis (23/10/2014) siang.
Ia menuturkan, hingga kemarin sore api masih membakar rumput dan pakis yang kering akibat musim kemarau. Akibat kebakaran tersebut, bukit teletubbies yang menjadi lokasi favorit untuk berfoto-foto bagi wisatawan ini, kini sudah habis terbakar.
"Kalau di daerah situ (bukit teletubbies) sudah habis semua. Kemarin sore apinya masih cukup besar, hemungkinan hari ini sudah berhenti, kata Ayu.
Dikatakan Ayu, saat ini suhu udara pada siang hari di kawasan TNBTS mencapai 25 derajat celcius.
Selain itu, angin berhembus cukup kencang sehingga membuat pemadaman sulit untuk dilakukan. Untuk memadamkan api, petugas TNBTS juga dibantu aparat TNI, Polri, serta paguyuban Jeep dan anggota masyarakat peduli api.
Ayu mengatakan, seperti peristiwa kebakaran sebelumnya, api yang menjadi sumber kebakaran diduga berasal dari ulah oknum yang membuang puntung rokok sembarangan.
"Kami perkirakan dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Belum tahu apakah itu masyarakat setempat atau wistawan," jelasnya.
"Kami perkirakan dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Belum tahu apakah itu masyarakat setempat atau wistawan," jelasnya.
Ayu menambahkan, diperkirakan kerugian mencapai 1 milliar karena api membakar vegetasi dan juga satwa yang hidup di savana.
"Kerugian diperkirakan 1 Miliar, karena selain vegetasi juga satwa burung branjangan sarang dan telurnya terbakar," terangnya.
Total savana yang terbakar di kawasan TNBTS mencapai 1000ha pada tahun ini. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada wisatawan dan masyarakat untuk tidak membuang puntung dan menyalakan api unggun sembarangan.
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Komentar saya terhadap berita ini adalah :
Kurangnya rasa peduli kita sebagai manusia terhadap lingkungan sekitar, seharusnya kita bisa menjaga lingkungan. Seperti di sebutkan bahwa penyebab kejadian adalah akibat membuang puntung rokok sembarangan, yang seharusnya bisa dibuang pada tempat sampah yang telah disediakan.

0 komentar:
Posting Komentar